Mengapa Kita Harus Peduli
Bacaan
Hari ini:
Matius 9:37
“Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian
memang banyak, tetapi pekerja sedikit.”
Sungguh mencengangkan bagaimana
melihat para orang tua menyuruh anak remaja mereka membersihkan kamar
atau membuang sampah, lalu anak-anak mereka dengan entengnya berkata,
“Aku mau sih, tapi aku sekarang sangat sibuk. Aku tidak punya waktu.”
Tetapi sebaliknya, jika ada sesuatu yang mereka sukai muncul ketika
mereka sedang sibuk, mereka bisa dengan anehnya, seolah tiba-tiba punya
waktu untuk itu di tengah-tengah jadwal sibuk mereka. Sebenarnya ini
bukan soal punya waktu atau tidak; ini adalah soal kurang atau tidak
adanya kemauan dari diri mereka sendiri.
Mereka tidak membersihkan kamar
mereka sebab mereka tidak ingin membersihkan kamar mereka. Mereka tidak
membuang sampah karena mereka tidak ingin membuang sampah. Ini yang
dinamakan motivasi. Kita harus memiliki motivasi untuk melakukan apapun.
Jika kita tidak memiliki motivasi, bisa dipastikan kita tidak akan
mengerjakan apapun.
Mari kita memperluas hal ini ke dalam dunia
spiritual. Jika sudah menyangkut soal berbagi iman kita dan menjangkau
orang lain dengan Injil, kita cenderung membuat-buat alasan, menjelaskan
mengapa kita tidak bisa melaksanakannya.
Yesus menceritakan kisah
tentang sepuluh mempelai wanita, lima di antaranya adalah gadis
bijaksana dan lima lainnya adalah gadis bodoh. Lima gadis bijaksana ini
membawa minyak untuk diisi ke dalam pelita mereka, sementara kelima
gadis bodoh itu tidak membawanya. Ketika terdengar suara berseru bahwa
mempelai laki-laki mereka telah datang, gadis- gadis yang tidak membawa
minyak berkata, “Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita
kami hampir padam." (Matius 25: 8). Tapi gadis-gadis yang bijaksana itu
menjawab, "Nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu
pergi kepada penjual minyak dan beli di situ” (ayat 9).
Sejujurnya,
itulah yang banyak orang rasakan. Suatu hal yang percuma apabila kita
berbicara tentang program penginjilan atau berbicara tentang merancang
program untuk menggerakkan gereja untuk melakukan pekabaran Injil bila
kita sendiri tidak serius untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan
sepenuh hati sehingga membebani orang lain.
Motivasi yang benar berasal
dari hati yang penuh kasih, sehingga semua tindakan yang dilakukan
selalu mempertimbangkan kondisi sekeliling dan peduli akan apa dampaknya
bagi orang lain jika kita melakukan atau tidak melakukan hal tersebut.
Jika kita mengasihi
Tuhan,
itu menjadi dasar dan motivasi yang kuat bagi kita untuk
melakukan perintahNya.
Tidak peduli sama artinya dengan tidak mengasihi.
Apakah kita benar - benar mengasihi Tuhan dalam hidup kita?
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Greg Laurie)
Gambar : google.com

