PULUHAN KORBAN BRUSSELS MASIH KRITIS
![]() |
| Yang terluka melampaui jumlah 300 orang, 61 di antaranya dalam keadaan kritis. |
Puluhan orang masih
dalam perawatan intensif terkait serangan bom bunuh diri hari Selasa di
Brussels yang menewaskan 31 orang, kata menteri kesehatan Belgia.
Menteri
Kesehatan Maggie de Blok mengatakan bahwa sekitar 300 orang luka-luka,
dan 61 masih dalam kondisi kritis. Ia juga mengisyaratkan bahwa jumlah
korban tewas bisa meningkat.
Sebelumnya, jaksa Belgia menegaskan
bahwa mereka telah mengidentifikasi dua dari empat penyerang sebagai dua
bersaudara Khalid dan Brahim el-Bakraoui.
Dua penyerang lainnya belum disebutkan namanya. Satu tewas, satu lagi masih buron.
Brahim
el-Bakraoui meledakkan dirinya dalam serangan di bandara Zaventem yang
menewaskan 11 orang sementara Khalid melancarkan serangan di stasiun
metro Maelbeek , menewaskan 20 orang tewas, kata jaksa.
Laporan
yang belum dikukuhkan mengatakan penyerang yang sedang diburu adalah
Najim Laachraoui, yang diduga terkait dengan serangan Paris tahun lalu.
- Salah satu tersangka pengebom Brussels dideportasi dari Turki
- Bom Brussels: Mengapa ibukota Belgia diserang?
- Dua dari tiga WNI korban serangan Brussels masih koma
Kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) mengaku sebagai pihak yang melancarkan serangan itu.
Para
menteri hukum dan menteri dalam negeri negara-negara Eropa
melangsungkan pertemuan darurat di Brussels pada hari Kamis (24/3) ini
untuk membahas tanggapan mereka terhadap pemboman.
Dalam sebuah
pernyataan berbahasa Prancis, Menteri Kesehatan Maggie de Blok
mengungkapkan bahwa yang terluka berasal dari 40 negara, dan 150 orang
masih dirawat di rumah sakit di Belgia.
Banyak yang menderita luka bakar atau luka yang biasa diderita di medan perang, seperti luka pecahan peluru.
Jumlah korban tewas, kata pernyataan itu, masih "sementara." Jumlah korban memang masih simpang siur.
Magie de Blok menambahkan bahwa empat pasien berada dalam keadaan koma dan belum teridentifikasi.
Di
antara korban luka, terdapat diga warga negara Indonesia: seorang ibu,
Meilissa Aster Ilona beserta dua anaknya, Lucie Vansilliette dan
Philippe Vansilliette.
Sumber: bbc.com

