BIN MINTA WARGA MASPADA TERHADAP 100 WNI DARI SURIAH
![]() |
Polisi membawa barang bukti usai menggeledah rumah terduga teroris Giyanto di Kampug Losari, Semanggi, Pasarkliwon, Solo, Jawa Tengah, Rabu, 128. Giyanto ditangkap di sekitar Masjid Al Marwah Losari, Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo. (ANTARA FOTO/Maulana Surya) |
Bandung --
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso meminta
warga waspada terhadap gerak gerik mencurigakan yang terjadi di
lingkungan sekitar. Saat ini, ada 100 orang lebih warga Indonesia yang
kembali ke tanah air setelah sebelumnya ikut bergabung dengan Islamic
State of Iraq and Syiria (ISIS).
"Mereka ada 100 orang lebih, kami terus monitor kegiatan mereka," ujar Sutiyoso kepada wartawan di Graha Sanusi, Universitas Padjadjaran, Jalan Dipatiukur, Bandung, Selasa (24/11/2015).
Sutiyoso meminta masyarakat tidak panik. Masyarakat juga diminta peduli dengan kewajiban untuk ikut mengawasi gerak gerik mereka.
"Masyarakat jadi mata dan telinga BIN," ujar Sutiyoso sebagaimana dikutip dari detikcom.
"Mereka ada 100 orang lebih, kami terus monitor kegiatan mereka," ujar Sutiyoso kepada wartawan di Graha Sanusi, Universitas Padjadjaran, Jalan Dipatiukur, Bandung, Selasa (24/11/2015).
Sutiyoso meminta masyarakat tidak panik. Masyarakat juga diminta peduli dengan kewajiban untuk ikut mengawasi gerak gerik mereka.
"Masyarakat jadi mata dan telinga BIN," ujar Sutiyoso sebagaimana dikutip dari detikcom.
Sutiyoso meminta, jika masyarakat melihat ada yang ganjil dan sesuatu
yang aneh di lingkungan sekitar untuk segera cepat melapor.
"Jangan sudah terjadi baru lapor ke aparat. Itu tak ada gunanya. RT RW juga seharusnya melakukan aturan yang ada," tutur Bang Yos.
"Jangan sudah terjadi baru lapor ke aparat. Itu tak ada gunanya. RT RW juga seharusnya melakukan aturan yang ada," tutur Bang Yos.
Sumber: cnnindonesia.com