Batasan dalam Hidup, Membantu Anda Menghadapi Masalah
Bacaan Hari ini:
Amsal 22:3 “Kalau orang bijak melihat malapetaka, bersembunyilah ia, tetapi orang yang tak berpengalaman berjalan terus, lalu kena celaka.”
Anda butuh batasan - batasan dalam kehidupan karena hal itu tak dapat dielakkan, Anda pasti akan menghadapi masalah — dan batasan tersebut memberikan Anda ruang yang Anda perlukan untuk mengatasinya.
Membuat
rencana itu bagus. Bahkan Alkitab mengatakan Anda harus membuat
rencana; perencanaan untuk membantu membimbing Anda ke arah yang benar.
Namun Anda juga harus mempersiapkan diri untuk menghadapi rintangan yang
akan muncul, sebab jika tidak, Anda sedang merancang diri Anda untuk
kecewa.
Beberapa tahun lalu, saya meyakinkan istri saya untuk
pergi berlibur tanpa persiapan. Pada saat itu, seluruh hidup saya telah
terencana. Hampir setiap menit, setiap hari, ada sesuatu yang
direncanakan, dan saya tidak punya margin. Karena itu saya merasa perlu
cuti dari semua perencanaan.
Saya menyarankan, “Ayo kita masukkan anak-anak ke dalam mobil dan kita pergi! Ini akan jadi petualangan tak terlupakan!”
Kedengarannya
seperti ide yang sangat bagus. Kami menyuruh anak-anak ke masuk dalam
mobil van kami, dan kami pergi melintasi padang pasir tanpa tahu ke mana
kami menuju.
Di malam pertama kami tiba di Durango, Colorado. Kami tidur di dalam mobil karena semua motel telah tutup di jam tersebut.
Di
malam kedua, kami tiba di Denver. Tidak ada satu pun kamar motel yang
tersedia di sana. Saya tidak tahu bahwa saat itu sedang diadakan
kompetisi rodeo tahunan di kota tersebut. Semua hotel telah habis
dipesan hingga minggu ke depan. Jadilah kami kembali tidur di mobil kami
lagi.
Di malam ketiga, kami menginap di sebuah mobil trailer
usang yang diubah menjadi penginapan oleh pom bensin terdekat. Mobil
trailer yang sudah usang dan rusak itu tidak terawat atau dibersihkan.
Pintu kasa tergantung pada satu engsel, nyamuk beterbangan melalui kasa
yang berlubang itu, dan kecoak kecil merayap di langit-langit.
Perjalanan
kami berlangsung seperti ini hingga malam terakhir—kami harus menunggu
di sebuah lounge yang bising dan berasap di Las Vegas pada pukul 01.00
dini hari, menunggu satu tamu untuk check-out sehingga kami bisa
mendapatkan kamar.
Sungguh sebuah liburan yang tak terduga!
Alkitab
mengajarkan bahwa berpikir ke depan adalah ciri-ciri berhikmat. Amsal
22:3 mengatakan “Kalau orang bijak melihat malapetaka, bersembunyilah
ia, tetapi orang yang tak berpengalaman berjalan terus, lalu kena
celaka.”
Mengapa saya tidak melihat ayat itu sebelum liburan
kami? Itu akan membantu saya menyadari bahwa, karena saya tidak
menciptakan batas-batas kehidupan yang cukup, saya tidak ahli dalam
merencanakan sebuah liburan sederhana seperti itu sekali pun.
Jangan
membuat kesalahan yang sama seperti saya. Buatlah batas-batas dalam
hidup Anda agar Anda dapat memiliki ruang dan perspektif yang Anda
perlukan untuk mengantisipasi masalah, dan membuat rencana.
Renungkan hal ini:
- Bagaimana margin dalam hidup Anda membantu Anda untuk merencanakan lebih baik untuk menghadapi potensi masalah?
- Setelah Anda mengantisipasi potensi masalah, apa yang dapat Anda lakukan untuk merencanakannya dengan lebih baik?
-
Menurut Anda mengapa Tuhan mengizinkan Anda mengalami masalah dan
kesulitan dalam kehidupan yang telah Dia rancang buat Anda jalani?
Serahkan segala sesuatunya pada Tuhan. Jadikan Dia sebagai perancang hidup Anda satu-satunya


Posting Komentar untuk "Batasan dalam Hidup, Membantu Anda Menghadapi Masalah"