Sebelum Anda Membalas, Perhitungkan Akibatnya
Bacaan Hari ini:
Amsal 14:29 "Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan."
Jika Anda telah mempertimbangkan akibat dari kemarahan Anda, maka kecil kemungkinan Anda akan marah saat orang lain menyinggung perasaan Anda.
Alkitab begitu spesifik mencatat tentang amarah yang tak terkendali:
- "Si pemarah menimbulkan pertengkaran, dan orang yang lekas gusar, banyak pelanggarannya" (Amsal 29:22).
- "Si pemarah membangkitkan pertengkaran," (Amsal 15: 18a).
- "Tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan" (Amsal 14: 29b).
Ketika Anda marah, ada biaya yang harus dibayar: Anda akan mendapat masalah. Anda akan melakukan dosa. Anda akan menyebabkan argumen. Anda akan membuat kesalahan.
Ketika Anda hilang kesabaran, Anda akan selalu kalah, baik itu kehilangan rasa hormat, cinta kasih keluarga, kesehatan, atau bahkan pekerjaan Anda.
Mungkin saat ini Anda menggunakan kemarahan untuk memotivasi orang untuk melakukan hal yang benar? Sebaiknya hentikan itu. Anda mungkin saja akan melihat hasilnya, namun hanya untuk jangka pendek. Tetapi untuk jangka panjang, kemarahan akan selalu menghasilkan lebih banyak kemarahan, lebih banyak apatis, dan lebih banyak keterasingan.
Ada berapa banyak anak yang terasing dari ayah atau ibu mereka karena amarah yang tidak terkendali? Ada berapa banyak orang yang terasing dari pasangan, suami, istri, atau teman karena ada yang tak bisa mengontrol emosinya? Kemarahan menghancurkan hubungan lebih cepat dari apapun itu.
Karena itu, saat seseorang mulai menyinggung perasaan Anda, sebelum Anda membalasnya, tanyakan pada diri sendiri, "Apakah saya benar-benar ingin meresponnya dengan emosi? Apakah saya ingin menjalani argumen yang tidak penting? Apakah saya ingin bertindak bodoh dan hilang kendali?”
Amsal 14:29 mengatakan, "Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan."
Ketimbang membalas saat seseorang membangkitkan amarah Anda, percayalah bahwa Tuhan akan membantu Anda mengendalikan amarah Anda itu. Dia ada di sana bersama Anda, membantu Anda memadamkan api amarah Anda.
Renungkan hal ini:
Metode apa yang Anda gunakan untuk tetap tenang saat seseorang marah kepada Anda atau menyerang Anda?
Menurut Anda bagaimana kemarahan akan menimbulkan kerugian dalam hubungan Anda?
Ketimbang menggunakan kemarahan dan intimidasi, apa cara yang lebih baik untuk membimbing seseorang?
Tidak ada yang dapat mengendalikan amarah Anda, kecuali diri Anda sendiri. Salurkan emosi Anda, pada waktu dan tempat yang tepat, untuk mendatangkan kebaikan bagi Anda dan sesama.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
Gambar : google.com

