Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

UNTUK PERTAMA KALI, ROMA PUNYA WALI KOTA PEREMPUAN

Virginia Raggi saat memberikan suara dalam pemilihan wali kota Roma, Minggu (19/6/2016).

ROMA, - Perdana Menteri Italia Matteo Renzi tertampar degan kemenangan partai anti-kemapanan Gerakan Lima Bintang (5SM) dalam pemilihn lokal di Roma dan Turin, Minggu (19/6/2016).

Hasil pemilihan lokal itu menjadi sebuah pencapaian terbaik Partai 5SM, setelah salah seorang kadernya Virgini Raggi mencatat kemenangan bersejarah dengan menjadi wali kota perempuan pertama Roma.

"Sebuah era baru dimulai bersama kami," kata Raggi yang memenangkan 67 persen suara pemilih.

"Kami akan bekerja untuk mengembalikan legalitas dan transparansi di berbagai institusi kota ini," tambah perempuan berusia 37 tahun itu.

Raggi, yang berprofesi sebagai pengacara dan anggota dewan lokal, dalam beberapa bulan terakhir berubah dari orang yang tak dikenal menjadi salah satu sosok paling populer di dunia politik Italia.

Perempuan berambut cokelat itu merupakan salah satu bintang partai 5SM, partai anti-kemapanan yang didirikan seorag komedian Beppe Grillo.

Chiara Appendino (31) memenangkan pemilihan wali kota Turin, Italia.


Kemenangan partai berkuasa di Roma sebenarnya sudah diprediksi setelah kritik tajam menghujani para pengelola kota tersebut selama tiga tahun terakhir.

Kritik tajam terkait skandal keuangan kota bahkan membuat sang wali kota harus mengundurkan diri pada 2015.

Namun, yang paling mengejutkan adalah kekalahan Partai Demokrat di kota pembuat mobil Fiat, Turin yang secara tradisional adalah basis partainya PM Matteo Renzi.

Sang incumbent, Piero Fassino, seorang politisi veteran, dikalahkan kandidat muda lainnya, yang juga perempuan, dari Partai 5SM, Chiara Appendino (31) yang mendulang 55 persen suara dalam pemilihan.

Lebih dari sembilan juta orang memberikan suara dalam pemilihan lokal di 126 daerah termasuk Roma, Milan, Napoli, Turin dan Bologna.

Namun, semua mata mengarah ke Partai 5SM, sebuah partai oposisi yang kini mendapatkan banyak dukungan meski baru saja terbentuk pada 2009.

Kemenangan di Roma dan Turin menjadi pencapaian luar biasa bagi partai yang secara organisasi masih sangat terbatas dan sebagian besar kadernya rata-rata baru lima tahun berkecimpung dalam dunia politik.
 
 
 
 
Sumber :kompas.com