KABARESKRIM BARU DITUNJUK KARENA PENGALAMAN DAN SENIORITAS
![]() |
| Komisaris Jenderal Anang Iskandar yang digantikan Inspektur Jenderal Ari Dono Sukmanto sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri . (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono). |
"Beliau (Ari) sekarang menjabat Wakabareskrim, sudah bintang dua dan termasuk perwira senior," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Brigadir Jenderal Agus Rianto di Markas Besar Polri, Jakarta, Senin (30/5).
Ari, adalah lulusan Akademi Kepolisian angkatan 1985. Rekan-rekan seangkatan Ari, lanjut Agus, sudah ada beberapa yang berbintang dua dan berbintang tiga sehingga wajar jika ia ditunjuk sebagai Kabareskrim.
"Dan juga beliau punya pengalaman luas di bidang reserse. Pernah di Reskrim Polda Jabar, dan jadi salah satu direktur di Bareskrim," ujar Agus.
Penunjukkan Ari sebagai Kabareskrim ditentukan berdasarkan Keputusan Kapolri Nomor KEP/553/V/2016. Keputusan tersebut diedarkan lewat surat telegram nomor ST/1314/2016 yang salinannya diperoleh wartawan.
"Saya yakin pimpinan sudah memutuskan beliau dianggap layak," kata Agus.
"Besok kami akan gelar upacara serah terima jabatannya," kata Agus.
Catatan untuk Anang
Menjabat sebagai Kabareskrim menggantikan Komisaris Jenderal Budi Waseso, Anang mendapatkan banyak pekerjaan warisan. Budi selama menjabat sebagai bos reserse mengungkap sejumlah kasus yang menarik perhatian publik. Tidak jarang kasus-kasus itu pun menyeret nama-nama besar.
Catatan CNNIndonesia.com, di bawah kepemimpinan Anang, penyidik belum bisa menyelesaikan sejumlah kasus tersebut. Di antaranya adalah kasus dugaan korupsi kondensat bagian negara yang merugikan hingga Rp35 triliun dan Korupsi Mobile Crane di PT Pelindo II yang kontroversial karena menyinggung nama sebesar Richard Joost Lino.
Sementara itu, Indonesia Police Watch menilai Komisaris Jenderal Anang Iskandar belum berhasil menjalankan tugasnya sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri sejak dilantik 7 September 2015.
“Sejumlah kasus besar yang ditangani Bareskrim praktis macet, mandek, dan jalan di tempat. Padahal pengungkapan kasus-kasus sempat mengangkat citra Polri mengungguli KPK," kata Neta.
Sumber: cnnindonesia.com

