Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

RAJA ARAB SAUDI TOLAK 'INTERNASIONALISASI' PENYELENGGARAAN HAJI

Raja Arab Saudi menolak usulan agar negaranya menyerahkan penyelenggaraan haji kepada negara-negara Islam, menyusul insiden berjejalan di Mina yang menewaskan lebih dari 750 orang bulan lalu.

Raja Salman mengatakan dirinya tidak akan membiarkan "tangan tersembunyi" yang mempolitisasi tragedi Mina dan memecah-belah umat Muslim.

"Pernyataan yang tidak bertanggung jawab yang bertujuan untuk mengeksploitasi insiden Mina dari kaca mata politik... Ini tidak akan mempengaruhi peran, tugas dan tanggungjawab Arab Saudi dalam melayani tamu Allah," kata Raja Salman dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh pejabat Saudi Press Agency.

Aparat keamanan Arab Saudi melakukan pengawasan selama musim Haji pada akhir September 2015 lalu.

Sebelumnya, seorang ulama Iran telah menyerukan agar penyelengaraan haji harus dikelola oleh negara-negara Islam lainnya.

Dianggap gagal

Tuntutan ini disuarakan setelah lebih dari 1.480 jamaah haji meninggal dunia akibat terinjak-injak di Mina, demikian kesaksian seorang pejabat asing.

Para pemimpin Iran telah menuduh Arab Saudi gagal dan melakukan tindakan bodoh terkait insiden tersebut.


Sejumlah negara menyebut insiden Mina telah menewaskan lebih dari 1.400 orang, tetapi keterangan resmi Arab Saudi menyebut ada 769 orang yang meninggal.
Mereka kemudian menyerukan kehadiran badan independen untuk mengawasi penyelenggaraan haji. 

Insiden Mina diyakini telah enewaskan sedikitnya 1.480 jamaah, demikian menurut laporan resmi dari negara-negara yang warganya menjadi korban.

Iran menyebut 464 warganya meninggal akibat insiden itu, sementara warga Mesir 177 jiwa.
Pemerintah Arab Saudi menyebut korban meninggal akibat insiden Mina adalah 769 orang.



Sumber: bbc.com/indonesia 
Image copyright Getty
Image copyright EPA