TIMOR LESTE INGIN TIRU MENTERI SUSI LEDAKKAN KAPAL PENCURI IKAN
Pertemuan Menteri Susi dan Menko Ekonomi untuk Perikanan dan Pertanian Timor Leste, Estanislau da Silva
Menteri Koordinator (Menko) Ekonomi
untuk Perikanan dan Pertanian Timor Leste, Estanislau da Silva, mengaku
sangat terkesan cara Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti
yang memberantas illegal fishing dengan menenggelamkan kapal pencuri ikan.
Estanislau mengungkapkan, setelah melihat efektivitas peledakan kapal pada menurunnya angka pencurian ikan, Timor Leste juga akan segera mengkaji kebijakan pemusnahan kapal pencuri ikan yang tertangkap di negaranya.
"Aku bukan tidak setuju (peledakan kapal). Memang kita harus kirimkan pesan yang sangat jelas kepada orang yang melakukan itu untuk membuatnya clear dengan cara itu. Ini kedaulatan kita dan tidak akan membiarkan bisa digunakan orang lain," kata Estanislau ditemui di Gedung Mina Bahari 3, Jakarta Pusat, Sabtu (29/8/2015).
Kendati demikian, menurutnya, pihaknya harus menyusun regulasi yang mengizinkan peledakan kapal pencuri ikan di perairannya, sebelum benar-benar meniru Indonesia.
"Kita tak akan membiarkan sumber daya kita dipakai orang lain. Yah tentu saja kami akan lakukan (meledakan kapal), tapi dengan tidak ada orang di dalamnya. Kami belajar banyak dari sini," jelas Estanislau.
Estanislau melanjutkan, selama ini penegakan hukum di Timor Leste atas pencurian ikan belum memiliki efek jera. Sehingga, hingga saat masih banyak terjadi illegal fishing di laut Timor Leste. "Satu tahun saja, minimal kita rugi US$ 200 juta, itu paling sedikit loh," katanya.
"Kita memiliki konsensus di negara kita bahwa illegal fisihing itu masalah. Kami dapat melakukan itu dan akan melakukan itu. Kalaupun itu dilakukan, kami akan memperlakukan awak kapal dengan baik, tidak memenjarakan mereka," tutup Estanislau.
Estanislau mengungkapkan, setelah melihat efektivitas peledakan kapal pada menurunnya angka pencurian ikan, Timor Leste juga akan segera mengkaji kebijakan pemusnahan kapal pencuri ikan yang tertangkap di negaranya.
"Aku bukan tidak setuju (peledakan kapal). Memang kita harus kirimkan pesan yang sangat jelas kepada orang yang melakukan itu untuk membuatnya clear dengan cara itu. Ini kedaulatan kita dan tidak akan membiarkan bisa digunakan orang lain," kata Estanislau ditemui di Gedung Mina Bahari 3, Jakarta Pusat, Sabtu (29/8/2015).
Kendati demikian, menurutnya, pihaknya harus menyusun regulasi yang mengizinkan peledakan kapal pencuri ikan di perairannya, sebelum benar-benar meniru Indonesia.
"Kita tak akan membiarkan sumber daya kita dipakai orang lain. Yah tentu saja kami akan lakukan (meledakan kapal), tapi dengan tidak ada orang di dalamnya. Kami belajar banyak dari sini," jelas Estanislau.
Estanislau melanjutkan, selama ini penegakan hukum di Timor Leste atas pencurian ikan belum memiliki efek jera. Sehingga, hingga saat masih banyak terjadi illegal fishing di laut Timor Leste. "Satu tahun saja, minimal kita rugi US$ 200 juta, itu paling sedikit loh," katanya.
"Kita memiliki konsensus di negara kita bahwa illegal fisihing itu masalah. Kami dapat melakukan itu dan akan melakukan itu. Kalaupun itu dilakukan, kami akan memperlakukan awak kapal dengan baik, tidak memenjarakan mereka," tutup Estanislau.
Sumber: detik.com

