Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Syarat bagi Hubungan yang Dipulihkan



Bacaan Hari ini:

Lukas 23: 34a “Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat."

Pengampunan dan pemulihan hubungan adalah dua hal yang berbeda. Salah satunya adalah apa yang harus Anda lakukan sebagai seorang pelanggar. Juga sebaliknya, sementara memulihkan hubungan ialah yang orang lain lakukan untuk bisa mendapatkan pengampunan Anda. Mengucapkan  "Maaf" tidaklah cukup. Alkitab mengajarkan tiga hal penting untuk bisa melanjutkan hubungan yang telah dilanggar. Inilah apa yang para pelanggar harus lakukan: 
 

1. Memulihkan hubungan membutuhkan pertobatan.
Dengan kata lain, Anda benar-benar menyesal dengan apa yang telah Anda lakukan. Itu bukan hanya sekedar berkata, "Saya minta maaf." Melainkan, berkata,"Saya salah. Maafkan saya.” Pertobatan artinya mengakui kesalahan dan benar-benar menyesal.
 
2. Memulihkan hubungan membutuhkan pengorbanan. 
Terkadang Anda harus melakukan semacam pengorbanan fisik atau materi. Bahkan saat Anda diampuni, itu bukan berarti Anda terbebas dari pelanggaran Anda. Anda masih harus mengganti rugi kepada masyarakat atau seseorang atas kerusakan yang disebabkan oleh tindakan Anda.
 
3. Memulihkan hubungan membutuhkan membangun kembali kepercayaan. 
Membangun hubungan kembali butuh waktu yang lama sekali. Ketika seseorang menyakiti Anda, maka Anda harus segera mengampuninya. Tetapi Anda tidak harus percaya pada orang itu seketika. Pengampunan dibangun di atas anugerah dan sifatnya tanpa syarat. Kepercayaan harus dibangun kembali dalam jangka waktu tertentu.

Sebagian besar orang dalam budaya kita tidak mengerti bedanya antara pengampunan dan membangun kembali kepercayaan dalam sebuah hubungan. Kapan pun seorang pemimpin politik atau pemimpin agama terlibat skandal, akan selalu ada orang yang berkata, “Kita semua tidak sempurna. Kita semua manusia. Kita hanya perlu mengampuninya dan terus berjalan.”

Itu salah! Alkitab mengatakan bahwa kepercayaan dibangun seiring dengan waktu. Kredibilitas adalah apa yang harus dimiliki para pemimpin. Semua pemimpin harus meraih kepercayaan; itulah mata uang yang mereka pakai. Jika Anda hilang kepercayaan, Anda telah kehilangan hak Anda untuk memimpin. Anda mungkin punya gelar, tetapi Anda bukan pemimpin sampai Anda membangun kembali kepercayaan orang lain. Dan itu tidak akan terjadi dengan instan.
 

Renungkan hal ini: 
 
Apa yang dibutuhkan seseorang untuk mendapatkan kembali kepercayaan Anda?

Apa yang ingin Anda lakukan untuk mendapatkan kembali kepercayaan seseorang?
 
Berikan beberapa contoh dalam hidup Anda ketika Anda menyesal dan saat Anda benar-benar bertobat.
 
Dari ketiga syarat di atas dalam memulihkan suatu hubungan, apa tanggung jawab dari orang-orang yang membuat pelanggaran?




Pengampunan tidak akan memulihkan hubungan bila tanpa perubahan.
 




(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
Gambar : google.com