Seorang Pelajar SD di Poso Terbukti Konsumsi Sabu
POSO - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Poso mengamankan seorang
bocah laki-laki pelajar Sekolah Dasar yang positif mengonsumsi narkotika
jenis sabu.
Bocah laki-laki berinisial AL,(10), warga Desa Tambarana, Kecamatan
Poso Pesisir Utara, terpaksa diamankan petugas anggota Polsek Poso
Pesisir Utara bekerja sama BNNK Poso dari salah satu SD yang ada di Desa
Tambarana tempat AL belajar pada Kamis (9/3/2017), berdasarkan laporan
orangtua pelaku.
Kepala BNNK Poso, Max Imanuel Tungka yang ditemui Kompas.com
di ruangannya, Kamis (16/3/2017), membenarkan adanya penangkapan bocah
pelajar SD kelas 4 karena laporan orangtua yang curiga melihat tingkah
laku anaknya.
Menurutnya, setelah diamankan dari sekolah, oleh tim BNNK, AL
langsung dites urine dan hasilnya positif narkotika jenis sabu.
Berdasarkan pemeriksaan, narkoba yang dikonsumsi bocah tersebut dipasok
dari seorang bandar yang sudah diketahui identitasnya.
"Anaknya sudah kita lakukan tes urine dan hasilnya posistif
mengonsumsi sabu. Setelah kita mintai keterangan, AL kita kembalikan
kepada kedua orangtuanya untuk dilakukan rehabilitasi," ungkap Max.
Dijelaskan, terbongkarnya peredaran sabu kepada AL tersebut atas
laporan kedua orangtuanya yang melihat kelakuan anaknya dalam beberapa
hari terakhir bertingkah aneh, seperti orang mabuk dan tidak bisa tidur.
Atas laporan tersebut, pihak BNNK bekerja sama dengan pihak polsek
setempat yang ikut didampingi orangtua langsung menjemput korban di
sekolahnya.
Di hadapan penyidik, AL mengakui bahwa barang haram tersebut dikonsumsi bersama beberapa orang teman sekolahnya.
Narkoba dibeli dari seseorang yang diketahuinya juga merupakan warga
setempat. Uang untuk membeli narkoba didapat dari hasil patungan dengan
teman-temannya. Sabu tersebut kemudian diisap ramai-ramai.
"Ini sudah sangat menghawatirkan. Kalau sebelumnya sabu beredar pada
kalangan anak remaja pelajar SMU, kini sudah masuk ke pelajar SD dan
bahkan hingga pelosok desa. Saya minta guru dan orangtua ketat melakukan
pengawasan, termasuk kalau sudah ada kelainan untuk segera melapor ke
polisi atau BNNK," imbaunya.
Sumber : kompas.com
Gambar : google.com
