Apa Yang Anda Percaya Akan Membentuk Hidup Anda
Bacaan Hari ini:
Mazmur 11:3 "Apabila dasar-dasar dihancurkan, apakah yang dapat dibuat oleh orang benar itu?"
______________________________
Apa yang kita yakini tentang dunia di sekeliling kita membentuk segala
aspek kehidupan kita. Saya sudah berbagi tentang hal ini dengan Anda
berkali-kali. Apa yang Anda percaya menentukan perilaku Anda. Perilaku
Anda kemudian menentukan keputusan Anda, dan akhirnya itu memberi efek
langsung pada arah hidup Anda.
Hal yang sama berlaku bagi negara atau pun dunia ini; keduanya sebagian besar dibentuk oleh nilai-nilai yang kita percaya.
Masalahnya, kita sudah terlanjur percaya dengan tiga filosofi destruktif yang telah menggantikan kebenaran dalam hidup kita.
1. Individualisme:
Kita terlanjur percaya dengan kebohongan yang
mengatakan jika kitalah satu-satunya tolak ukur untuk kehidupan kita.
Beberapa tahun lalu saya membaca sebuah artikel Wall Street Journal yang
mengatakan bahwa 44% pemimpin perusahaan berkonsultasi terlebih dahulu
dengan diri mereka sendiri dalam pengambilan keputusan.
Ini bukan hal
yang baru. Orang Israel juga melewati pergumulan ini dalam kitab
Hakim-hakim, dikatakan, âPada zaman itu tidak ada raja di antara orang
Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya
sendiriâ (Hakim-hakim 21:25). Di zaman itu, individualisme tak bekerja
dengan baik, begitu pun hari ini.
2. Sekularisme:
Anda bisa meringkas filosofi ini dalam tiga kata: Tuhan
itu tidak diperlukan. Selama setengah abad ini, kita terus-menerus
menyingkirkan Tuhan dari semua bidang kehidupan kita mulai dari
sekolah, pemerintahan, sampai ke media. Kita pada dasarnya sudah
mengasingkan Tuhan ke hari Minggu pagi, itu pun jika kita masih
menganggap-Nya.
3. Relativisme:
Ketika kita diberitahu bahwa tidak ada sesuatu yang
mutlak di dunia ini - apa yang benar buat Anda mungkin tidak benar buat
saya. Ini filosofi hidup yang bagus seandainya Anda ingin kehidupan yang
bebas dari rasa bersalah. Jika Anda tidak berusaha hidup sampai standar
Allah, artinya Anda hanya mengubah standar tersebut. Filosofi ini
terdengar tak masuk akal dan tak logis, tapi kenyataannya ini yang lazim
dipraktekkan di dunia saat ini.
Jangan tertipu oleh individualisme (mencintai diri sendiri), sekularisme
(tidak perlu Tuhan), atau relativisme (tidak ada kebenaran mutlak).
Konsekuensi kita sebagai masyarakat dan sebagai individu karena jatuh pada kebohongan ini amat mengejutkan. Tanpa komitmen pada kebenaran dan komitmen pada otoritas Allah, dunia ini akan hancur.
Dalam renungan esok, kita akan mulai menyelidiki jawaban Allah atas keruntuhan moral kita ini.
Konsekuensi kita sebagai masyarakat dan sebagai individu karena jatuh pada kebohongan ini amat mengejutkan. Tanpa komitmen pada kebenaran dan komitmen pada otoritas Allah, dunia ini akan hancur.
Dalam renungan esok, kita akan mulai menyelidiki jawaban Allah atas keruntuhan moral kita ini.
Renungkan hal ini:
Bagaimana selama ini Anda melihat individualisme, sekularisme, atau
relativisme memberi dampak pada keluarga-keluarga yang Anda kenal?
Bagaimana menurut Anda tentang kurangnya komiten dalam masyarakat kita terhadap otoritas Allah yang kemudian menyebabkan penurunan moral bagi kita semua?
Apa konsekuensi dari kemerosotan moral yang kian jelas nampak dalam budaya kita?
Bagaimana menurut Anda tentang kurangnya komiten dalam masyarakat kita terhadap otoritas Allah yang kemudian menyebabkan penurunan moral bagi kita semua?
Apa konsekuensi dari kemerosotan moral yang kian jelas nampak dalam budaya kita?
Apa yang Anda percaya menentukan perilaku Anda.
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
Gambar : google.com
