Anda Bisa Tahu Kebenaran Dengan Mengenal Tuhan
Bacaan Hari ini:
Amsal 2:9 "Maka engkau akan mengerti tentang kebenaran, keadilan, dan kejujuran, bahkan setiap jalan yang baik."
______________________________
Seperti yang saya sebutkan kemarin, tiga filosofi - individualisme,
sekularisme, dan relativisme - telah menghancurkan parameter moral
masyarakat kita selama beberapa dekade terakhir ini. Konsekuensinya
cukup besar bagi masyarakat kita pada umumnya, dan bagi masing-masing
dari kita sebagai individu.
Jadi apa yang mesti kita lakukan?
Anda harus mulai dengan Tuhan. Dia adalah kebenaran. Apa yang benar dan
yang salah bisa dilihat dari karakter Allah sendiri. Kebohongan itu
salah, sebab Tuhan jujur. Ketidaksetiaan itu salah, sebab Tuhan setia.
Anda dapat mengetahui kebenaran ini dengan melihat bagaimana Tuhan
berinteraksi dengan kita.
Alkitab mengatakan, Maka engkau akan mengerti tentang kebenaran,
keadilan, dan kejujuran, bahkan setiap jalan yang baikâ (Amsal 2:9).
Kita bisa mengetahui karakter Allah melalui Firman-Nya. Alkitab
memberitahu kita apa yang benar, terlepas dari apakah kita suka atau
tidak dengan yang dikatakan disana.
Setelah kita menemukan kebenaran itu, kebenaran Allah, kita bisa
mengenali dua fitur kunci dari Firman-Nya setiap kali kita membacanya.
1. Firman Allah itu universal.
Firman-Nya berlaku untuk semua orang.
Jika seandainya itu tidak pas untuk semua orang, maka itu bukan
kebenaran. Itu hanya pendapat orang.
2. Firman Allah tak tergantikan.
Ini tidak akan bisa digantikan oleh
mode atau tren. Perzinahan itu salah 2.000 tahun yang lalu, itu juga
salah hari ini, dan itu juga salah pada 4.000 tahun dari sekarang.
Pilihan ada di tangan Anda. Beberapa tahun lalu Newsweek menulis pertanyaan ini di cover majalah mereka, bunyinya, "Keadilan siapa? Moralitas siapa? Masyarakat siapa? Keluarga siapa? Nilai-nilai moral siapa? "
Itu pilihan Anda setiap hari. Dunia kita saat ini memberi kita tiga opsi cara menemukan kebenaran. Kita bisa memilih untuk mendasarkan moralitas kita pada apa yang kita pikirkan, pada apa yang orang lain pikirkan, atau pada apa yang Tuhan lakukan. Kita benar-benar tak punya pilihan yang lain-lain.
Pilihan ada di tangan Anda. Beberapa tahun lalu Newsweek menulis pertanyaan ini di cover majalah mereka, bunyinya, "Keadilan siapa? Moralitas siapa? Masyarakat siapa? Keluarga siapa? Nilai-nilai moral siapa? "
Itu pilihan Anda setiap hari. Dunia kita saat ini memberi kita tiga opsi cara menemukan kebenaran. Kita bisa memilih untuk mendasarkan moralitas kita pada apa yang kita pikirkan, pada apa yang orang lain pikirkan, atau pada apa yang Tuhan lakukan. Kita benar-benar tak punya pilihan yang lain-lain.
Pilihan kita akan menentukan bagaimana hidup kita ke depan, bagaimana
kita mengasihi, dan, kelak, bagaimana kita mati. Tapi pilihan ada di
tangan kita. Mana yang akan Anda pilih?
Renungkan hal ini:
Selama ini bagaimana budaya kita mencoba meyakinkan kita bahwa kebenaran yang Ilahi telah berubah?
Mengapa setiap harinya Anda harus memutuskan untuk mendasarkan nilai-nilai moral Anda hanya pada kebenaran Allah?
Apa yang perlu Anda lakukan untuk lebih memahami karakter Allah melalui Firman-Nya, melalui Alkitab?
______________________________ ______
Mengapa setiap harinya Anda harus memutuskan untuk mendasarkan nilai-nilai moral Anda hanya pada kebenaran Allah?
Apa yang perlu Anda lakukan untuk lebih memahami karakter Allah melalui Firman-Nya, melalui Alkitab?
______________________________
Pilihan Anda akan menentukan bagaimana hidup Anda ke depan
(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
Gambar : google.com
