Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Berani Menjadi Berbeda



Bacaan Hari ini:

Kejadian 6:9 "Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah"

Anda tidak dapat menyesuaikan diri dengan budaya dunia sekaligus menyesuaikan diri dengan rencana Allah bagi hidup Anda.

Kejadian 6:9 berkata, "Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah"

Nuh melakukan sesuatu yang berarti dalam hidupnya meskipun lingkungannya—bukan karena lingkungannya. Ia menyadari bahwa budaya di sekitarnya dapat menjadi godaan yang mengalihkan dirinya dari tujuan Allah bagi hidupnya.

Dunia kita hidup untuk kesenangan, kenyamanan, dan hiburan. Anda tidak dapat hidup untuk hal-hal tersebut sekaligus hidup bagi Allah. Anda tidak dapat menilai keberhasilan berdasarkan harta, kesenangan, atau keuntungan. Anda tidak dapat berfokus untuk menyenangkan orang lain dan pada saat yang sama melakukan apa yang Allah panggil Anda untuk lakukan dalam hidup Anda.

Pada zaman Nuh, manusia telah mencapai titik terendah secara moral. Kejadian 6:11-12 berkata, "Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan. Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi."

Allah melihat betapa rusaknya dunia, ketika manusia semakin berpaling kepada kejahatan. Hal itu menyedihkan hati Allah. Namun, bahkan dalam keadaan itu, Nuh tetap berbeda.

Ketika Allah menciptakan bumi, Ia menyatakan bahwa semuanya baik, tetapi keadaan itu tidak bertahan. Apakah hal ini terasa familiar? Budaya kita saat ini juga bergerak menuju ketidakadaban, sama seperti pada zaman Nuh.

Satu-satunya titik terang dalam Kejadian 6 adalah Nuh. Ayat 8 menyatakan bahwa Allah berkenan kepada Nuh, yang berarti Nuh berbeda. Ketika seluruh budaya bergerak ke arah yang salah, Nuh justru bergerak menuju kebenaran dengan mengikuti Allah. Ia hidup melawan arus budaya.

Yang terpenting bukanlah berada di pihak tren yang benar. Yang terpenting adalah melakukan apa yang benar. Jika Anda ingin menjadi seperti yang Allah maksudkan dan menggenapi tujuan hidup yang Ia tetapkan bagi Anda, maka Anda harus bersedia untuk menjadi berbeda.

Apakah Anda ingin membuat perbedaan di dunia ini? Apakah Anda ingin memberi dampak dalam keluarga, komunitas, sekolah, atau pekerjaan Anda? Nuh menggenapi panggilannya dengan mengabaikan gangguan dari budaya dan menolak mengikuti arus.


Renungkan:

 

- Dalam hal apa saja Anda akan melawan arus budaya jika Anda mengikuti Allah dalam
  pekerjaan, sekolah, atau keluarga Anda?
 
- Bagaimana Anda dapat mengetahui apakah sesuatu menyenangkan Allah atau hanya
  sekadar mengikuti budaya?
 
- Siapa yang dapat mendorong Anda untuk menolak arus budaya ketika hal itu bertentangan 
  dengan firman Allah? Siapa yang dapat Anda dorong dalam hal ini? Mengapa kita saling 
  membutuhkan untuk mengikuti Yesus dengan setia?




Anda hanya dapat membuat perbedaan dengan menjadi berbeda.



(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren) 
Gambar : google.com