Djarot Minta Dinas Pariwisata Investigasi Temuan Narkoba di Diamond
![]() |
| Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (11/9/2017). |
JAKARTA, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meminta Dinas Pariwisata DKI Jakarta melakukan investigasi terkait penangkapan politisi Partai Golkar di Diskotek Diamond.
Bukan terkait kasus hukumnya, melainkan terkait dugaan adanya narkoba di diskotek tersebut. Sebab, diskotek ini sebelumnya pernah diberi surat peringatan karena kedapatan ada narkoba.
"Kita akan investigasi barang-barang itu disediakan dari dalam atau
bawa dari luar, baru akan kita lihat. Kalau memang sudah memenuhi
persyaratan,kita cabut izinnya. Makanya kita investigasi, saya minta
nanti Dinas Pariwisata untuk menginvestigasi," ujar Djarot di Balai Kota
DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (14/9/2017).
Polisi menangkap politisi Partai Golkar, IJP, dan dua temannya RF dan
MIJ di Diskotek Diamond. Saat menangkap, Polisi memang tak mendapati
ketiganya membawa narkoba.
Namun, dari ketiga orang itu ditemukan alat hisap sabu.
Setelah dilakukan tes urine, ketiganya positif mengkonsumsi barang
terlarang tersebut. Djarot meminta Dinas Pariwisata menelusuri darimana
alat hisap sabu itu berasal.
"Sanksi yang paling berat adalah kalau itu disediakan dari dalam
(diskotek), itu tanpa ampun langsung kita tutup, itu yang paling berat,"
ujar Djarot.
Selain itu, Djarot juga masih menunggu surat dari BNN DKI Jakarta
terlebih dahulu. Hasil investigasi dan juga informasi dari BNN akan
menjadi acuan dalam menjatuhkan sanksi. Djarot juga menegaskan Pemprov
DKI Jakarta tetap berkomitmen memerangi narkoba.
"Kita perang besar terhadap narkoba, berkali saya sampaikan kepada
hiburan malam untuk tegas dalam memeriksa atau mendeteksi. Jangan sampai
narkoba masuk ke situ, karena dampaknya pada dia sendiri," kata Djarot.
Sumber : kompas.com

