Djarot: Kami Tidak Ingin Ada Proyek Siluman yang Disebut Pak Ahok
![]() |
| Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat wawancara dengan kompas.com di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (4/9/2017) |
JAKARTA, - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat
mengatakan, proses penyusunan anggaran di DKI Jakarta dilakukan dengan
ketat. Djarot menyatakan Pemprov DKI tidak ingin ada anggaran "proyek
siluman" yang masuk dalam postur anggaran tersebut.
"Kami tidak
ingin di ujung-ujung proses pembahasan anggaran masuk berbagai macam
proyek atau kegiatan yang sebelumnya tidak pernah dibahas detail, yang
disebut Pak Ahok dulu sebagai proyek siluman, tidak boleh," ujar Djarot,
di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat
(15/9/1017).
Salah satu cara untuk mengawasi anggaran itu yakni
dengan memperbaiki sistem pengadaan barang dan jasa di lingkungan
Pemprov DKI Jakarta. Djarot menyebut hal itu dilakukan agar semua
anggaran dikelola dengan bersih, transparan, dan dapat
dipertanggungjawabkan.
"Dalam waktu yang tersisa ini kami akan
memperkuat betul dan menggunakan sistem penganggaran kami dan sistem
pengadaan barang dan jasa yang ada di pemprov supaya tidak lagi terjadi
kasus di masa-masa lalu," kata dia.
Contoh kasus masa lalu yang dimaksud Djarot di antaranya ialah korupsi
pengadaan UPS (uninterruptible power supply), dan korupsi pengadaan alat
olahraga.
"Kalau
saya amati dari tahun ke tahun biasanya itu banyak muncul pada saat
APBD-P, makanya untuk APBD-P ini kami ketat banget supaya tidak terulang
lagi kejadian-kejadian seperti itu," ucap Djarot.
Pemprov DKI
Jakarta bersama DPRD DKI Jakarta saat ini telah selesai membahas APBD
perubahan 2017 dan tinggal melaksanakan rapat paripurna perda soal
APBD-P tersebut.
Sementara pembahasan APBD 2018 masih dilakukan
oleh satuan kinerja perangkat daerah (SKPD) bersama komisi-komisi di
DPRD DKI Jakarta.
Sumber : kompas.com
Gambar : google.com

