Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

BPBD: Gempa 5,8 SR Akibatkan Tiga Rumah di Malang Rusak


Surabaya - Gempa bumi berkekuatan 5,8 Skala Richter (SR) yang terjadi, Rabu (16/11) pukul 22.10 WIB mengakibatkan tiga rumah di Kabupaten Malang mengalami kerusakan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur Sudarmawan mengatakan, informasi dari BPBD Kabupaten Malang, gempa di tenggara Malang itu mengakibatkan beberapa rumah hancur dan roboh.

"Informasi dari Kalaksa (BPBD) Malang, ada tiga rumah yang mengalami kerusakan," kata Sudarmawan, Kamis (17/11/2016).

Ia menerangkan, tiga rumah yang mengalami kerusakan akibat gempa berkekuatan 5,8 SR yakni, rumah milik Subur di RT 27, RW 7, Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumber Pucung.

"Teras rumahnya roboh. Tapi sebelum gempa, temboknya sudah retak," tuturnya.

Rumah ibu Satimah di Desa Taman Kuncaran Kecamatan Tirtoyudo mengalami kerusakan berat. Bangunan rumah tersebut sudah lama.

Rumah milik Markuwat di Desa Clumprit Kecamatan Pagelaran, Malang, atapnya ambruk.

"Untuk penghuni rumah yang mengalami kerusakan sudah diungsikan. Sementara informasinya itu dan BPBD Malang masih melakukan assesment (pendataan akibat gempa)," tandasnya.

Gempa 5,8 SR pada kedalaman 91 Km di Samudera Hindia dengan jarak sekitar 165 Km sebelah tenggara Malang, Jawa Timur, juga dapat dirasakan dari Malang dan beberapa daerah lain di Jawa Timur hingga sampai ke Yogyakarta dan Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menilai, gempa 5,8 SR itu tergolong sebagai gempa bumi berkedalaman menengah dan terjadi karena aktivitas tumbukan antar lempeng bumi (subduksi). Lempeng yang bertumbuk yakni, lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah dan lempeng Eurasia. 






Sumber : detik.com